Tampilkan postingan dengan label Jobseeker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jobseeker. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Januari 2014

Tara, Scats!

Oke guys.. Sebelumnya gue mau bilang alhamdulillah karena pada akhirnya gue dapet kerjaan juga. Awalnya gue dapet tawaran dari kakak kelas gue but kerja di Dinas Perhubungan bagian jaringan. Yep! akhirnya gue terima juga, *pikir-pikir dari pada nganggurlah. oke! interviewpun berlangsung dihari berikutnya setelah selesai ngelamar, prosesnya pun tak memakan waktu lama Bapak atasannya ndak ribet *simple banget. seninnya tanggal 20 Januari 2014 gue mulai masuk kerja yah namanya kerja di Dinas perhubungan yah gitu ngurusinya yah tentang lalu lintas. 

Di sini gue diperkenalkan sama namanya SCATS, do you know? What is it? gue juga belum segitu pahamnya buat ngoperasiin tuh alat cuman sekedar share aja sih. Jadi di Indonesia ini kan sistem lalu lintas transportnya uda based on ITS (Intelligent Transport System), yah penjelasan singkatnya ITS ini merupakan solusi cerdas dalam pengendalian traffic light untuk mengurai kemacatan. Nah software yang dipake itu namanya SCATS, software ini ndak opensource(ini artinya kalo mau pake harus bayar dulu). Ini dia, taraaaaaaaa :D
Gambar 1. Scats

Kalo mau belajar ini, pada intinya loe harus paham tentang ruas jalan yang mau loe pantau deh.  Gue juga masih newbie kok jadi yang gue tau hanya dasar-dasarnya aja. Mau tau proses/cara kerjanya? next posting yeee... dah gue mau kerja dulu. BYE :D


Jumat, 29 November 2013

PATAH HATI

 Hai! lama tak berjumpa dan gw kangen sekali menulis. Mungkin karena sibuk menulis lamaran kerja, wawancara, datang ke tempat bursa kerja, atau mungkin sibuk melamun karena tak kunjung dapat kerja. Hahahhahahahah maybe I already getting crazy. Cari kerja itu ternyata susah-susah gampang ya, gampang bagi yang beruntung dan susah bagi yang belum beruntung. 



Gw adalah mahasiswa, upps bukan mahasiswa lagi >,< oke kita lanjut curhatan, gw lulusan Diploma Empat (D-VI)Teknik Telekomunikasi dengan title Sarjana Sains Terapan (SS.T) bukan Sarjana Sains (SS). Gw pikir setelah lulus dari kampus yang punya nama, punya gelar,dan lulus dari jurusan yang cukup bagus bakal dengan mudah dapetin kerja. Keinginan dapat kerja diperusahaan BUMN pun tak luput dari mimpiku. Yah, mimpi itu memang indah.. tapi sayangnya mimpi kali sedikit bikin nyesek. 

Tau nggak sih?

Seseorang dengan lulusan Diploma IV dan Sarjana dalam dunia pencarian kerjaan siapa coba yang lebih muda? Padahal yah nih setau aku dan beberapa kali aku baca dari beberapa sumber dimana yang dipersiapkan untuk bekerja adalah seseorang yang lulus dengan gelar Diploma IV, tapi pada kenyataannya seorang Sarjana lah yang lebih unggul. 

Aku yang lulusan Diploma IV secara jujur nggak pengen disetarakan dengan S1, loe tanya WHY? yah kita kan emang beda jalur bung meskipun beban kulia yang ditanggung sama-sama 4 tahun kenapa harus disamain. Bagaimanapun kita beda, we study more about practical and a barcelor degree more study about teory yang bener itu mungkin nih ya kita saling ngelengkapi. Aku juga nggak bilang D-IV atau S1 yang lebih unggul, sekali lagi aku bilang kita beda!

Rasanya kadang pengen marah saja, ketika suatu sistem dibuat harusnya dipikirkan pula keluarannya nanti bakalan bagaimana. Gw nggak nyalahin pemerintah nih (tau kok kerjaan pemerintah banyaknya bejibun, apalagi belon ngurusi para koruptornya). Nah ini yang aku bingungkan, kenapa program Diploma IV ini dibuat jika ketika uda lulus banyak perusahaan yang masih belum bisa nerimaa (Belum BISA katanya, tau deh bisanya kapan) ini semacam jalur kesesatan nih, seolah jalan didepan itu cerah tapi setelah keuar dari jalan itu loe malah seperti kehilangan arah mau kemana. Dan mirisnya banyak diantara perusahaan BUMN yang notabene Perusahaan milik Pemerintah malah ndak mau nerima sebut saja TELKOM (Padahal ini tuh cucok bangetttt sama jurusan gw, siapa yang nggak mau), PERTAMINA, PUPUK KALTIM, dan ini nih perusahaan besar yang juga nggak mau nerima ASTRA,Unilever, P&G, Slumberger kalo kita maksa sih biasanya didown grade. Yah meskipun gitu alhamdulillah deh ada juga Perusahaan BUMN  yang mau nerima tapi biasanya anak cabangnya sih kayak PT.INTI, TBG, itu sih setau aku

Harapan gw dan lulusan Diploma IV lainnya sih, pemerintah bikin kayak semacam publikasi tentang apa itu Diploma IV, sekaligus dengan segala kelebihannya. Kami hanya ingin diberi kesempatan yang sama untuk mencoba, bukan kalah sebelum mencoba.

Oke Guys, that's all curhatan gw karena kesel ditolakin gara-gara gelar D-IV

Kamis, 10 Oktober 2013

Edisi masih2 Pengacara

Masa-masa nganggur itu nggak enak sekali, yah ini yang gue rasain. Apalagi satu persatu dari teman-teman gue uda dapet kerja. Itu rasanya seperti loe ditusuk tapi perlahan, maaaaaaakkkkjleb deh. Tapi untungnya gue bukan orang yang galauwers di dunia maya, jadi tenang aja branda fb, ato twitter loe nggak bakal penuh dengan updatetan status melo-melo gue. Haaahahhahahahahaaha :D

Setiap hari kerjaan jadi nggak jelas banget, sumpah deh gue bener-bener nekat ke bandung deh akhir bulan oktober ntar. Semoga bandung bersahabat sama hidup gue aamiin (*wish). yah sambil nunggu pengumuman dari Wardah sama Medion oke. Waiting waiting waiting nyari kerja itu mengajarkan aku sabar (*terima kasih tapi jangan lama-lama juga kali bisa nangis darah kalo lama-lama)

Intinya sekarang itu SEMANGATTT

Senin, 07 Oktober 2013

Judulnya Masih Pengacara


Hai Oktober, kamu sudah berjalan dihari ke delapan tapi aku masih saja belum dapat kerja. Hemmmmm.. udah tes sana sini belum ada panggilan lanjutan juga. Waiting waiting nih semangat semangaaaaaat :D. Walaupun susah tapi aku percaya Allah punya rencana terindahnya. Rejeki Jodoh Mati itu udah diatur sama Allah, tinggal bagaimana saja kita menjalani semuanya. Oh iya minggu ini adalah seminggu terakhir penantian panggilan dari PT.PTI (wardah itu lohh) gak tau kenapa aku ngebet banget pengen kerja disini, keliatannya itu enak gitu yah, uda gitu langsung jadi karywan loh ndak ada masa kontrak kalau uda keterima. Yah aku berharap jodohku di PT.PTI ini (mupeng bangeeeets nih :D).

Oh iya aku mau sedikit curhat nih tentang lika-liku gue selama cari kerja ini. Gini nih ceritanya, aku lulusan Diploma IV (D-IV) Teknik Telekomunikasi.(Oke Intro dulu deh, sedikit penjelasan Diploma IV itu semacam SMK dan Sarjana (S1) itu semacam SMA) Ini nih yang bikin gue susah banget ngelamar di perusahaan BUMN, predikat 'Diploma IV' yang masih nggak diakui sama instansi dan perusahaan yang berbau-bau pemerintah. Kalo mau ngelamar pun uda siap-siap naroh berkas psti uda dihadang sama mbak/mas penjaga stannya dan bilang "maaf mbak masih belum bisa menerima D-IV" makjleeeeeb deh. Contohnya aja nih Pertamina, Telkom, Astra, dsb. Padahal yang bikin program pendidikan ini bukannya pemerintah sendiri yah. Meskipun uda ada katanya kesetaraan D4=S1, menurut aku ini malah ngeliatin banget kalo D4 itu dibedain sama S1. Padahal kuliahnya juga sama-sama susah loh. Kita nih anak-anak Diploma harus kulia FULL DAY kayak anak SMA deh, SKS nya juga uda dipaketin mau nggak mau harus makan semua SKS. Porsi praktikum yang lebih dari anak S1. Yah.. KATANYA sih kenapa kok kita-kita ini dibedain lantaran anak S1 itu mempunyai podasi teori yang kuat(Yah oke oke gimana nggak kuat tiap hari teori doang nggak praktek).

Pengen deh bilang sama pak Menteri bahkan pak Presiden buat apa pak ada yang namanya Diploma IV kalo ending-endingnya perusahaan negara pada nggak ada yang mau nerima? yang bikin pemerintahan sendiri, ditolakpun sama pemerintah sendiri (miris gulung-gulung). Yah semoga saja dengan segera ada kejelasan tentang Diploma IV ini deh, biar lulusannya nggak putus asa setiap mau ngelamar ke perusahaan BUMN(nggak hanya perusahaan BUMN aja perusahaan swasta semacam astra juga). Padahal anak S1 nggak lebih baik dari anak D-IV begitu pula sebaliknya anak D-IV juga nggak lebih baik dari anak S1. Belum bersaing uda dijegal di awal, gimana kita mau tau mana yang terbaik(Diploma IV atau Sarjana). Okehh para Jobseeker tetap semangat apapun predikat lulusanmu ganbatte ne :D


Tampilkan postingan dengan label Jobseeker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jobseeker. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Januari 2014

Tara, Scats!

Oke guys.. Sebelumnya gue mau bilang alhamdulillah karena pada akhirnya gue dapet kerjaan juga. Awalnya gue dapet tawaran dari kakak kelas gue but kerja di Dinas Perhubungan bagian jaringan. Yep! akhirnya gue terima juga, *pikir-pikir dari pada nganggurlah. oke! interviewpun berlangsung dihari berikutnya setelah selesai ngelamar, prosesnya pun tak memakan waktu lama Bapak atasannya ndak ribet *simple banget. seninnya tanggal 20 Januari 2014 gue mulai masuk kerja yah namanya kerja di Dinas perhubungan yah gitu ngurusinya yah tentang lalu lintas. 

Di sini gue diperkenalkan sama namanya SCATS, do you know? What is it? gue juga belum segitu pahamnya buat ngoperasiin tuh alat cuman sekedar share aja sih. Jadi di Indonesia ini kan sistem lalu lintas transportnya uda based on ITS (Intelligent Transport System), yah penjelasan singkatnya ITS ini merupakan solusi cerdas dalam pengendalian traffic light untuk mengurai kemacatan. Nah software yang dipake itu namanya SCATS, software ini ndak opensource(ini artinya kalo mau pake harus bayar dulu). Ini dia, taraaaaaaaa :D
Gambar 1. Scats

Kalo mau belajar ini, pada intinya loe harus paham tentang ruas jalan yang mau loe pantau deh.  Gue juga masih newbie kok jadi yang gue tau hanya dasar-dasarnya aja. Mau tau proses/cara kerjanya? next posting yeee... dah gue mau kerja dulu. BYE :D


Jumat, 29 November 2013

PATAH HATI

 Hai! lama tak berjumpa dan gw kangen sekali menulis. Mungkin karena sibuk menulis lamaran kerja, wawancara, datang ke tempat bursa kerja, atau mungkin sibuk melamun karena tak kunjung dapat kerja. Hahahhahahahah maybe I already getting crazy. Cari kerja itu ternyata susah-susah gampang ya, gampang bagi yang beruntung dan susah bagi yang belum beruntung. 



Gw adalah mahasiswa, upps bukan mahasiswa lagi >,< oke kita lanjut curhatan, gw lulusan Diploma Empat (D-VI)Teknik Telekomunikasi dengan title Sarjana Sains Terapan (SS.T) bukan Sarjana Sains (SS). Gw pikir setelah lulus dari kampus yang punya nama, punya gelar,dan lulus dari jurusan yang cukup bagus bakal dengan mudah dapetin kerja. Keinginan dapat kerja diperusahaan BUMN pun tak luput dari mimpiku. Yah, mimpi itu memang indah.. tapi sayangnya mimpi kali sedikit bikin nyesek. 

Tau nggak sih?

Seseorang dengan lulusan Diploma IV dan Sarjana dalam dunia pencarian kerjaan siapa coba yang lebih muda? Padahal yah nih setau aku dan beberapa kali aku baca dari beberapa sumber dimana yang dipersiapkan untuk bekerja adalah seseorang yang lulus dengan gelar Diploma IV, tapi pada kenyataannya seorang Sarjana lah yang lebih unggul. 

Aku yang lulusan Diploma IV secara jujur nggak pengen disetarakan dengan S1, loe tanya WHY? yah kita kan emang beda jalur bung meskipun beban kulia yang ditanggung sama-sama 4 tahun kenapa harus disamain. Bagaimanapun kita beda, we study more about practical and a barcelor degree more study about teory yang bener itu mungkin nih ya kita saling ngelengkapi. Aku juga nggak bilang D-IV atau S1 yang lebih unggul, sekali lagi aku bilang kita beda!

Rasanya kadang pengen marah saja, ketika suatu sistem dibuat harusnya dipikirkan pula keluarannya nanti bakalan bagaimana. Gw nggak nyalahin pemerintah nih (tau kok kerjaan pemerintah banyaknya bejibun, apalagi belon ngurusi para koruptornya). Nah ini yang aku bingungkan, kenapa program Diploma IV ini dibuat jika ketika uda lulus banyak perusahaan yang masih belum bisa nerimaa (Belum BISA katanya, tau deh bisanya kapan) ini semacam jalur kesesatan nih, seolah jalan didepan itu cerah tapi setelah keuar dari jalan itu loe malah seperti kehilangan arah mau kemana. Dan mirisnya banyak diantara perusahaan BUMN yang notabene Perusahaan milik Pemerintah malah ndak mau nerima sebut saja TELKOM (Padahal ini tuh cucok bangetttt sama jurusan gw, siapa yang nggak mau), PERTAMINA, PUPUK KALTIM, dan ini nih perusahaan besar yang juga nggak mau nerima ASTRA,Unilever, P&G, Slumberger kalo kita maksa sih biasanya didown grade. Yah meskipun gitu alhamdulillah deh ada juga Perusahaan BUMN  yang mau nerima tapi biasanya anak cabangnya sih kayak PT.INTI, TBG, itu sih setau aku

Harapan gw dan lulusan Diploma IV lainnya sih, pemerintah bikin kayak semacam publikasi tentang apa itu Diploma IV, sekaligus dengan segala kelebihannya. Kami hanya ingin diberi kesempatan yang sama untuk mencoba, bukan kalah sebelum mencoba.

Oke Guys, that's all curhatan gw karena kesel ditolakin gara-gara gelar D-IV

Kamis, 10 Oktober 2013

Edisi masih2 Pengacara

Masa-masa nganggur itu nggak enak sekali, yah ini yang gue rasain. Apalagi satu persatu dari teman-teman gue uda dapet kerja. Itu rasanya seperti loe ditusuk tapi perlahan, maaaaaaakkkkjleb deh. Tapi untungnya gue bukan orang yang galauwers di dunia maya, jadi tenang aja branda fb, ato twitter loe nggak bakal penuh dengan updatetan status melo-melo gue. Haaahahhahahahahaaha :D

Setiap hari kerjaan jadi nggak jelas banget, sumpah deh gue bener-bener nekat ke bandung deh akhir bulan oktober ntar. Semoga bandung bersahabat sama hidup gue aamiin (*wish). yah sambil nunggu pengumuman dari Wardah sama Medion oke. Waiting waiting waiting nyari kerja itu mengajarkan aku sabar (*terima kasih tapi jangan lama-lama juga kali bisa nangis darah kalo lama-lama)

Intinya sekarang itu SEMANGATTT

Senin, 07 Oktober 2013

Judulnya Masih Pengacara


Hai Oktober, kamu sudah berjalan dihari ke delapan tapi aku masih saja belum dapat kerja. Hemmmmm.. udah tes sana sini belum ada panggilan lanjutan juga. Waiting waiting nih semangat semangaaaaaat :D. Walaupun susah tapi aku percaya Allah punya rencana terindahnya. Rejeki Jodoh Mati itu udah diatur sama Allah, tinggal bagaimana saja kita menjalani semuanya. Oh iya minggu ini adalah seminggu terakhir penantian panggilan dari PT.PTI (wardah itu lohh) gak tau kenapa aku ngebet banget pengen kerja disini, keliatannya itu enak gitu yah, uda gitu langsung jadi karywan loh ndak ada masa kontrak kalau uda keterima. Yah aku berharap jodohku di PT.PTI ini (mupeng bangeeeets nih :D).

Oh iya aku mau sedikit curhat nih tentang lika-liku gue selama cari kerja ini. Gini nih ceritanya, aku lulusan Diploma IV (D-IV) Teknik Telekomunikasi.(Oke Intro dulu deh, sedikit penjelasan Diploma IV itu semacam SMK dan Sarjana (S1) itu semacam SMA) Ini nih yang bikin gue susah banget ngelamar di perusahaan BUMN, predikat 'Diploma IV' yang masih nggak diakui sama instansi dan perusahaan yang berbau-bau pemerintah. Kalo mau ngelamar pun uda siap-siap naroh berkas psti uda dihadang sama mbak/mas penjaga stannya dan bilang "maaf mbak masih belum bisa menerima D-IV" makjleeeeeb deh. Contohnya aja nih Pertamina, Telkom, Astra, dsb. Padahal yang bikin program pendidikan ini bukannya pemerintah sendiri yah. Meskipun uda ada katanya kesetaraan D4=S1, menurut aku ini malah ngeliatin banget kalo D4 itu dibedain sama S1. Padahal kuliahnya juga sama-sama susah loh. Kita nih anak-anak Diploma harus kulia FULL DAY kayak anak SMA deh, SKS nya juga uda dipaketin mau nggak mau harus makan semua SKS. Porsi praktikum yang lebih dari anak S1. Yah.. KATANYA sih kenapa kok kita-kita ini dibedain lantaran anak S1 itu mempunyai podasi teori yang kuat(Yah oke oke gimana nggak kuat tiap hari teori doang nggak praktek).

Pengen deh bilang sama pak Menteri bahkan pak Presiden buat apa pak ada yang namanya Diploma IV kalo ending-endingnya perusahaan negara pada nggak ada yang mau nerima? yang bikin pemerintahan sendiri, ditolakpun sama pemerintah sendiri (miris gulung-gulung). Yah semoga saja dengan segera ada kejelasan tentang Diploma IV ini deh, biar lulusannya nggak putus asa setiap mau ngelamar ke perusahaan BUMN(nggak hanya perusahaan BUMN aja perusahaan swasta semacam astra juga). Padahal anak S1 nggak lebih baik dari anak D-IV begitu pula sebaliknya anak D-IV juga nggak lebih baik dari anak S1. Belum bersaing uda dijegal di awal, gimana kita mau tau mana yang terbaik(Diploma IV atau Sarjana). Okehh para Jobseeker tetap semangat apapun predikat lulusanmu ganbatte ne :D